This blog is everybody that loves healthy food

3 Fakta Penting untuk Penderita Diabetes di Indonesia

3 Fakta Penting untuk Penderita Diabetes di Indonesia

Tahukah Anda bahwa Penyakit Tidak Menular (PTM), termasuk diabetes, saat ini telah menjadi ancaman serius dalam kesehatan global? Jika Anda masih ragu, artikel ini akan membahas tentang fakta penderita diabetes di Indonesia yang perlu Anda ketahui.

Indonesia peringkat keenam di dunia

Dikutip dari WHO pada tahun 2016, 90-95% dari kasus diabetes di dunia adalah diabetes tipe 2, dimana sebagian besar dapat dicegah karena disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. 

Lalu bagaimana dengan negara kita?

Ternyata Indonesia juga menghadapi situasi ancaman diabetes yang serupa lho dengan dunia. International Diabetes Federation (IDF) Atlas 2017 melaporkan bahwa epidemi diabetes di Indonesia masih menunjukkan kecenderungan meningkat. 

Fenomena ini dibuktikan dengan Indonesia menduduki peringkat keenam di dunia setelah Tiongkok, India, Amerika Serikat, Brazil dan Meksiko dengan jumlah penyandang Diabetes usia 20-79 tahun sekitar 10,3 juta orang.

Apakah tren penyakit diabetes di Indonesia mengalami penurunan? 

Sayangnya tidak sama sekali. hal yang terjadi adalah penderita diabetes di Indonesia setiap tahunnya malah semakin meningkat.World Health Organization (WHO) memperkirakan jumlah pasien diabetes di Indonesia khususnya tipe 2 akan meningkat signifikan hingga 16,7 juta pada tahun 2045 lho. Hal ini bisa terjadi bila masyarakat Indonesia masih kurang sadar akan penyakit ini dan kerap menyepelekannya.

Penyebab penderita diabetes di Indonesia terus meningkat

Apa saja yang menyebabkan penderita diabetes semakin banyak?

Sudah pasti gaya hidup adalah penyebab utama dari semakin banyaknya orang menderita diabetes. Gaya hidup orang Indonesia yang gemar mengkonsumsi makanan manis, yaitu makanan selingan atau camilan yang memiliki kadar gula yang tinggi.

Selain itu, edukasi mengenai makanan sehat juga kurang tersampaikan, seringkali orang yang menggunakan pemanis alternatif sudah merasa aman tidak akan terkena diabetes.

Penyebab lainnya adalah kurangnya aktivitas fisik. Disaat pandemi seperti sekarang ini,  aktivitas fisik seperti olahraga sangat penting dalam menjaga kebugaran tubuh. Berdasarkan data statistik, tercatat hanya sekitar 27 persen penduduk di Indonesia yang rutin berolahraga.

Banyak sekali penyebab yang menyebabkan meningkatnya penderita penyakit ini, seperti yang telah dijelaskan diatas. Beragam fenomena dari penyakit ini menyadarkan kita bahwa meningkatnya jumlah penderita diabetes di Indonesia semakin mengkhawatirkan.

Bagaimana menekan angka diabetes di Indonesia?

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyuarakan untuk memulai pendekatan penguatan pelayanan kesehatan di tingkat primer untuk mencegah dan mengendalikan diabetes. 

Pendekatan ini terbukti efektif untuk menurunkan faktor risiko PTM, yaitu: dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya PTM; dan dengan menyiapkan lingkungan yang sehat bagi masyarakat. 

Dengan kata lain, masyarakat harus bisa menjadi lebih pintar untuk memilih apa yang perlu mereka konsumsi untuk mencegah diabetes.

Dewasa ini beberapa pusat perbelanjaan telah melakukan food labelling yang berfungsi untuk memberikan info kepada masyarakat mengenai makanan dan minuman yang tidak sehat (terlalu banyak mengandung gula, garam dan lemak). 

Jika anda merupakan penderita diabetes, tentu dengan adanya food labelling sangat terbantu bukan? Memilih makanan sehat sekarang sudah lebih mudah. 

Bahkan inovasi-inovasi dalam pencegahan dan pengendalian serta pengobatan diabetes juga sudah mulai dilakukan dalam sentuhan teknologi. Diantaranya adalah dengan menggunakan diabetes registry,yang merupakan penggunaan aplikasi pada telepon seluler untuk pencegahan risiko dan kontrol, peringatan otomatis secara reguler untuk olahraga pada area publik.

Bagaimana? mengejutkan bukan? Sudah saatnya Anda harus mengubah gaya hidup dan pola makan, melakukan aktivitas fisik seperti berjalan kaki atau habiskan waktu dengan olahraga yang anda sukai ya. Jangan lupa untuk ganti camilan manis Anda dengan camilan sehat seperti buah dan kacang-kacangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *