This blog is everybody that loves healthy food

Ketahui Jenis Diabetes Insipidus dan Cara Penanganannya

Ketahui Jenis Diabetes Insipidus dan Cara Penanganannya

Diabetes insipidus adalah tipe diabetes yang menyebabkan ketidakseimbangan cairan dalam tubuh, sehingga membuat penderitanya sering ingin buang air kecil dan memiliki rasa haus yang berlebihan.

Kondisi ini dapat mengakibatkan waktu tidur malam menjadi terganggu, bahkan penderita dapat mengompol.

Saat ini, banyak istilah diabetes yang harus dipahami oleh penderitanya. umumnya, masyarakat hanya mengetahui diabetes melitus saja karena lebih sering dibahas di kalangan masyarakat.

Lantas apa perbedaan diabetes insipidus dengan diabetes melitus? 

Diabetes insipidus memiliki gejala yang mirip dengan gejala diabetes melitus, tapi penyebab kedua jenis penyakit tersebut ternyata berbeda. Diabetes mellitus disebabkan oleh masalah hormon tertentu dan kadar gula darah yang tinggi, sedangkan diabetes insipidus disebabkan oleh masalah kerja hormon dan ginjal terhadap urin.

Diabetes insipidus dijelaskan pertama kali pada abad ke-18. Kelainan ini ditandai dengan rasa haus yang hebat meskipun mendapat banyak asupan cairan (polidipsi), dan berkemih berlebihan (poliuri). 

Hal ini terjadi karena tubuh tidak cukup menghasilkan anti-diuretic hormone (ADH)/arginine vasopressin (AVP) atau karena ginjal tidak dapat merespons hormon tersebut. Kondisi ini juga dapat terjadi saat kehamilan (diabetes insipidus gestasional), namun tidak usah khawatir karena hal ini tergolong sangat jarang terjadi. 

Di Amerika Serikat prevalensi diabetes insipidus dilaporkan sebesar 3 kasus per 100,000 populasi. Tidak ditemukan perbedaan secara signifikan jumlah penderitanya berdasarkan jenis kelamin atau etnis.

Lalu bagaimana dengan jumlah penderita penyakit Diabetes Insipidus di Indonesia? Sejauh ini belum ada data epidemiologi mengenai jumlah penderitanya di Indonesia.

Jenis-jenisnya diklasifikasikan berdasarkan sistem yang terganggu seperti berikut : 

Diabetes Insipidus Sentral

Pada dewasa penyebab yang sering antara lain karena kerusakan kelenjar hipofisis atau hipotalamus akibat pembedahan, tumor, inflamasi, cedera kepala, atau penyakit (seperti meningitis). Sedangkan pada anak-anak, penyebabnya karena kelainan genetik. Kerusakan ini mengganggu pembuatan, penyimpanan, dan pelepasan ADH.

Cara penanganan diabetes insipidus sentral

Untuk kondisi yang ringan (produksi urine sekitar 3–4 liter dalam 24 jam), umumnya tidak membutuhkan penanganan medis. Pada kondisi ini, gejala dapat ditangani dengan meningkatkan jumlah air yang dikonsumsi untuk mencegah terjadinya dehidrasi.

Namun, bila yang dialami cukup berat, mengendalikan jumlah air yang dikonsumsi saja belum tentu cukup untuk mengatasi gejala hal ini tentu membutuhkan bantuan profesional ya.

Diabetes insipidus nefrogenik

Diabetes jenis ini ditandai kelainan akibat cacat tubulus ginjal, yang menyebabkan ginjal tidak berespons baik terhadap ADH. Beberapa obat juga menyebabkan kelainan ini.

Cara penanganan diabetes insipidus nefrogenik

Diakibatkan kelainan fungsi ginjal, penanganannya dapat berbeda. Karena jenis ini umumnya disebabkan oleh konsumsi obat golongan tertentu, tindakan awal yang akan dilakukan oleh dokter adalah menghentikan obat yang diduga menyebabkan keluhan tersebut.

Selain itu, dokter juga dapat menganjurkan konsumsi obat lain dengan fungsi yang sama. Selain itu, juga disarankan untuk menjaga asupan air agar mencegah terjadinya dehidrasi.

Diabetes insipidus gestasional

Kelainan akibat degradasi ADH oleh vasopressinase yang dihasilkan berlebihan oleh plasenta. Keadaan ini berhubungan dengan meningkatnya risiko komplikasi pada kehamilan, seperti pre-eklampsia.

Cara penanganan diabetes insipidus gestasional

Pengobatan diabetes gestasional bertujuan untuk mengendalikan kadar gula darah dan mencegah terjadinya komplikasi saat hamil dan melahirkan. Metode pengobatan diabetes gestasional meliputi:

  1. Pemeriksaan kadar gula darah rutin wajib dilakukan ya

Dokter akan menganjurkan pasien memeriksakan darah 4-5 kali sehari, terutama di pagi hari dan tiap selesai makan. Pasien dapat memeriksakan darah secara mandiri, menggunakan jarum kecil, dan meletakkan darah di cek gula darah.

  1. Diet sehat sangat penting lho!

Dokter akan menyarankan pasien untuk banyak mengonsumsi makanan berserat tinggi, seperti buah, sayuran, dan biji-bijian. Menurunkan berat badan saat sedang hamil tidak disarankan, karena tubuh sedang memerlukan tenaga ekstra. 

  1. Olahraga juga tidak kalah penting lho!

Manfaat lain dari olahraga rutin adalah membantu mengurangi rasa tidak nyaman saat hamil, seperti sakit punggung, kram otot, pembengkakan, sembelit, dan sulit tidur.

Diabetes insipidus dipsogenik (polidipsi primer)

Kelainan akibat asupan cairan berlebihan yang merusak pusat haus di hipotalamus. Asupan air berlebihan jangka panjang dapat merusak ginjal dan menekan ADH, sehingga urin tidak dapat dikonsentrasikan.

Sampai saat ini belum ada metode untuk mencegah Diabetes insipidus ini, oleh karena tetap lakukan gaya hidup sehat ya! 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *