Ditulis oleh Ibu Jenny
Senin, 10 Oktober 2020

“Akhirnya saya berhasil lepas obat, dan sampai hari ini Gula Darah saya tetap stabil dan Aman”

*Disclaimer: Hasil yang saya alami mungkin bisa berbeda dengan orang lain, tergantung usaha, konsistensi dan tubuh masing-masing individu.

Hallo nama saya Jenny, umur 51 Tahun, ibu rumah tangga. Dikesempatan ini saya ingin bercerita tentang perjalanan saya melewati penyakit diabetes yang saya derita. 

Hingga sampai pada saat ini puji syukur saya dalam keadaan yang sehat dan sudah kurang lebih 2 bulanan lepas obat penstabil gula darah.

Jujur, dari dulu saya adalah orang yang paling gak suka berobat ke dokter, makanya dari masih muda, saya suka dengan apa aja tentang kesehatan, dari makanan sehat hingga produk-produk kesehatan. Tapi kesukaan saya akan kesehatan juga masih belum cukup. Pola makan saya sehari-hari ternyata juga salah. 

Ternyata saya tidak memiliki edukasi tentang nutrisi dan pola makan yang benar, pantas aja yang saya pikir sudah benar selama ini menyebabkan saya divonis diabetes.

Sampai berhari-hari saya merasakan gejala yang sangat ganggu keseharian saya.. Gejala-gejalanya antara lain:

  • Sering ngantuk di siang hari, bawaannya mau tidur terus
  • Mudah merasa lapar, ingin terus makan tapi berat badan malah makin susut
  • Cepet capek, gak mood walaupun gak ngapa-ngapain
  • Sering buang air kecil. Selalu terbangun 3-4x di malam hari untuk buang air kecil
  • Dan yang paling mengganggu saya adalah bekas luka di tangan dan kaki sangat susah hilang.

Lama-lama gejala ini buat saya curiga, bahwa ini gejala diabetes. Saya juga khawatir jika gejala ini semakin parah, akhirnya saya memberanikan diri untuk cek ke dokter di rumah sakit daerah Sunter, Jakarta Utara.

Proses cek ke dokter dari awal hingga konsultasi terakhir, memakan waktu kurang lebih 1,5 bulan lamanya. Dan biaya yang saya keluarkan juga cukup besar. Sejak itu saya baru benar-benar menghargai pepatah “Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati” ini bener banget. Jangan sampai tunggu sakit dulu baru sadar.
 
Jadi selama 1,5 bulan pemeriksaan itu dimulai dari hari pertama saya datang kerumah sakit itu dalam keadaan sudah puasa 10 jam, jadi langsung cek darah puasa. Setelah itu saya makan dan kembali cek gula lagi setelah 2 jam, baru saya antri hingga dipanggil ke ruangan dokter Internis (Dokter Penyakit Dalam) untuk konsultasi.
 
Saat itu dokter belum bisa mendiagnosa diabetes, karena dokter harus membaca hasil HBA1C untuk mengecek kondisi gula darah saya dalam 3 bulan terakhir.
1 minggu setelahnya, saya kembali ke dokter internis untuk dibacakan hasil cek HBA1C saya dan hari itu dokter mengkonfirmasi bahwa saya positive diabetes.
 
Saya cukup kaget dan ga nyangka.. Ada sedihnya juga karena saya gak mau jika saya harus konsumsi obat seumur hidup. Saya takut kena ginjal seperti saudara saya yang kena ginjal dan harus cuci darah karena terlalu banyak konsumsi obat-obatan secara rutin. Kalau udah cuci darah udh gak main-main lagi biayanya.
 
Jadi selama 1,5 bulan kedepan saya terus kontrol bolak balik ke rumah sakit setiap minggunya dan selama 1 bulan itu gula darah saya belum juga membaik. Jadi di minggu terakhir saya dirujuk ke dokter Ahli gizi.
 
Dokter Ahli gizi membuatkan saya pola makan dan menjelaskan beberapa pantangan dan saran.
 
Pantangannya itu antara lain:
  • Hindari makanan dan minuman yang manis-manis (tinggi gula)
  • Kurangi gorengan (tinggi minyak / lemak)
  • Ganti nasi putih dengan nasi merah
  • Kurangi porsi makan (batasi kalori)

Setelah itu beberapa saran dari dokter yang perlu saya lakukan antara lain:

  • Perbanyak serat
  • Durasi makan dibuat sering tapi porsinya harus ditakar
  • Kurangi daging-dagingan dan lebih sering makan yang berbasis tumbuh-tumbuhan seperti perbanyak biji-bijian.

Semua pantangan, saya terapkan dan sesegera saya membatasi makanan saya. Porsi makan saya kurangi. Saya juga cobain rebusan pare dan dedaunan pahit lainnya yang direkomendasi teman saya, tapi hanya 1x dan kapok karena tidak enak rasanya.

Juga saya jadi harus masak 2x. 1x untuk saya dan 1x untuk keluarga dirumah, yang menurut saya gak efisien dan membuat saya tambah capek. Tapi saat itu saya tetep konsisten untuk terapkan pantangan dan saran dokter, juga membuat masakan terpisah ini sampai kurang lebih 2 minggu sambil saya konsumsi obat dari dokter.

Setelah 2 minggu hasil gula darah saya ada turun, tapi saya tetap lemas, sering pusing, saya rasanya setiap makan belum kenyang, masih lapar, tapi karena takut gula darah naik lagi, tiap lapar saya tahan aja.

Sehari-hari saya gak mood beraktivitas, kata orang-orang rumah juga wajah saya pucat seperti orang yang kekurangan nutrisi.

Saya sempat capek juga, kayaknya saya sudah berusaha maksimal tapi hasilnya tidak menyenangkan. Saya ingin punya badan yang sehat, dan keseharian saya tidak terganggu.

Sampai waktu siang-siang saya lihat iklannya Mganik Multigrain di Facebook. Saya tertarik banget ketika dijelaskan mengenai komposisinya. Ada 25 Jenis biji-bijian loh, pas banget dokter juga menganjurkan untuk perbanyak biji-bijian. Dan saya juga tau dari dulu bahwa biji-bijian itu memang bagus banget, manfaatnya banyak buat tubuh.

Juga yang paling penting buat saya, dia itu 100% bahan alami. Dan ada labu kuning, daun kelor, inulin yang katanya termasuk dari 6 racikan khususnya juga yang menurut saya bagus2 banget, kalau beli masing-masing sendiri ya pasti jauh lebih mahal harganya dan ribet banget.

Saya rasa belum ada produk sebagus ini yang saya ketemu di Indonesia. Yang paling penting bisa bantu gula darah tinggi saya, saya tertarik dan langsung aja saya beli.

Awal saya coba, saya lumayan kaget dengan rasanya.. Karena ternyata rasanya enak.. Awalnya saya hanya naksir dengan komposisinya, tapi gak terlalu banyak berharap dengan rasanya. Yang penting gak pahit seperti rebusan pare, saya oke aja.. Hehehe.. Tapi ternyata Mganik ini rasanya enak banget. 

Menurut saya terasa sekali alaminya.. Harum kacang2an saat diseduh, ada rasa manis tapi pas, gak terlalu manis karena gak pake gula juga kan. Dan setelah minum bener-bener mengganjal perut saya.

Saya belinya yang 1 paket, karena sekaligus dapat program diet diabetesi yang katanya sudah di approve oleh Dokter Ahli Gizi. Sesegera saya baca semua dan ikuti programnya.

Saya merasa, program Mganik Care ini edukasinya benar-benar dalam. Saya baru betul-betul mengerti mengapa selama ini pola makan saya salah. 

Jadi di programnya itu dibahas tuntas tentang cara pemilihan makanan yang benar, bagaimana cara mengatur porsi makan, juga hal-hal kecil apa yang harus dilakukan untuk memelihara badan tetap sehat. Adaa video tutorial olahraga di rumahnya juga, ada pola makan (meal plan), sampai dibagikan banyak resep masakan enak tapi rendah lemak.. Dan yang bikin saya tenang adalah, program ini sudah di approve oleh Dokter Ahli Gizi.  Rasanya seperti saya konsultasi dengan doter Ahli Gizi setiap hari kalau baca programnya hehehe.

Semua melebihi ekspektasi saya., dan saya enjoy banget ikutin programnya.. Saya masih bisa makan enak. Saya gak kelaparan, saya jadi lebih tenang, juga gula darah saya turun baik dan normal hingga saya beranikan diri untuk kurangi obat saya, hingga saya coba lepas beberapa hari dan terus cek.. Kemajuan pesat, tanpa obat gula darah saya tetap baik.

Jadi saya putuskan untuk stop obat saya dan fokus terhadap pola hidup yang benar dengan terus menerapkan program dari Mganik. 

Saya juga selalu cek gula darah mandiri dirumah. Puji Tuhan hingga saat ini tetap stabil dan baik.

(hasil cek gula darah puasa saat ini)

Saya yakin pasti diluar sana banyak yang bingung gimana cara atasi diabetes dengan benar seperti saya dulu..

Berfikir akan konsumsi obat selamanya, dan cuma bisa pasrah..

Dengan cerita ini saya ingin menyarankan Bapak dan Ibu yang ingin bisa sembuh dari diabetes, untuk berfokus pada pemulihan sumbernya. 

Mganik Multigrain telah menjadi solusi bagi saya, mudah-mudahan juga bisa menjadi solusi bagi Bapak dan Ibu sekalian. Salam sehat semuanya..

Khusus untuk Anda yang ingin mendapatkan kestabilan Gula Darah dengan Alami, hingga memampukan Anda untuk perlahan lepas dari ketergantungan obat-obatan,

Anda perlu punya
PROGRAM MGANIK CARE

Program Mganik Care adalah Buku Panduan Langkah Demi Langkah Penerapan Pola Hidup Sehat Bebas Gula Darah Tinggi  yang akan membimbing Anda untuk berhasil terbebas dari Diabetes & Penyakit Metabolik Lainnya. Eksklusif selama 1 Bulan.

Yang menjadi KUNCI untuk BEBAS dari kebingungan dan kesalahan dalam menerapkan Gaya Hidup Diabetesi dengan benar sesuai dengan Standar Ahli Gizi. Untuk secara efektif mendapatkan hasil lepas dari ketergantungan terhadap obat-obatan.

Memudahkan Anda untuk tidak perlu menghabiskan waktu, tenaga, proses panjang dan mengeluarkan biaya tambahan untuk berkonsultasi sendiri ke dokter. Karena Mganik Care Program sudah mendapat verfikasi oleh Dokter Ahli Gizi.

SUDAH TIDAK ADA RAHASIA LAGI!
Lepas ketergantungan dengan obat-obatan kimia Ini adalah Langkah Pertama Anda menuju:

DAPATKAN BUKU PROGRAM MGANIK CARE
Khusus untuk Pemesanan:

Kami berani Garansi 100% Uang Kembali jika Anda sudah mengikuti Program Mganik Care, tapi tidak mendapat hasil apa-apa.

SEGERA DAPATKAN PAKET 1 BULAN RESOLUSI GULA DARAH ANDA!
DAPATKAN SEMUA HADIAH DAN BENEFIT-BENEFITNYA SELAGI PROMO DAN PERSEDIAAN MASIH ADA.

“Jangan tunggu tambah parah.. Bagaimanapun sehat itu akan terasa mahal jika Anda terus menunda kesempatan ini”