This blog is everybody that loves healthy food

Kenali Faktor Penyebab Gula Darah Kering

Kenali Faktor Penyebab Gula Darah Kering

Tahukah Anda apa itu penyakit gula darah kering? Faktor apa saja yang yang menjadi penyebab penyakit ini terjadi? 

Penyakit gula darah kering merupakan istilah awam dari penyakit diabetes melitus dimana penderita memiliki kadar gula darah yang terkontrol, sehingga luka akan lebih cepat pulih. 

Hal ini bisa terjadi jika penderita mengkonsumsi obat diabetes secara rutin dan teratur memeriksakan diri ke dokter. 

Penyebab gula darah kering yang sering dijumpai diantaranya disebabkan oleh faktor alami/bawaan lho, sehingga, faktor penyebab ini tidak dapat diubah! Yuk simak apa saja faktor gula darah kering.

Faktor pertama gula darah kering adalah keturunan atau genetika 

Faktor keturunan merupakan faktor yang tingkat kerentanan resiko nya cenderung besar. Oleh karena itu, apabila ada diantara anggota keluarga Anda yang mempunyai riwayat penyakit ini, maka sangat mungkin untuk meningkatkan faktor terjadinya pada seseorang.

Gula darah kering terjadi karena faktor usia lho!

Organ pankreas yang biasanya bekerja normal dalam memproduksi insulin mengalami penurunan fungsinya dikarenakan pengaruh usia. Penurunan fungsi organ inilah yang menyebabkan terjadinya penyebab gula darah kering.

Kondisi bobot badan bayi saat lahir ternyata dapat menjadi penyebab gula darah kering!

Bobot badan bayi saat lahir merupakan suatu tanda yang menjadi patokan terjadinya penyebab gula darah kering. Untuk bayi dengan bobot berlebih di atas 4000 gram, dan bobot  dibawah 2500 gram berisiko menyebabkan terkena penyakit ini. 

Lalu, tahukah Anda bahwa ternyata faktor penyebab gula darah kering dapat dikontrol? Jika Anda penderita gula darah kering, maka Anda tidak perlu khawatir, karena Anda dapat mengontrol beberapa penyebab penyakit ini! 

Berikut adalah faktor penyebab gula darah kering yang dapat Anda kontrol dengan cara berikut.

penyebab gula darah
Unsplash

Atur pola makan sehat rendah gula

Makanan terlalu banyak mengandung gula, akan tetapi rendah serat dipercaya sebagai sumber makanan yang  menyumbang kemungkinan penyebab gula darah kering terjadi. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui kebutuhan kalori setiap hari, dan hindari sesuatu hal yang berlebihan ya.

Jangan malas berolahraga

Apakah Anda penderita gula darah kering dan masih malas berolahraga? Ditambah lagi situasi pandemi seperti ini, banyak orang agak takut untuk bepergian. Tunggu dulu, jangan pernah lupa untuk tetap berolahraga ya. Karena kondisi pasif dan kurang bergerak menjadikan tubuh sangat berisiko untuk terkena gula darah kering.

Hentikan kebiasaan merokok

Hayo siapa yang saat ini masih merokok? Merokok selain tidak baik untuk pernapasan, juga dapat menyebabkan timbulnya penyakit gula darah kering. Cara terbaik tentu dengan meniatkan dari dalam diri sendiri untuk menghentikan kebiasan ini.

Kontrol berat badan Anda, karena obesitas atau kegemukan merupakan penyebab gula darah kering

Meski obesitas bukanlah satu hal yang pasti, tetapi peningkatan indeks massa tubuh berpengaruh pula pada kemungkinan seseorang terjangkit penyakit ini. Massa tubuh yang tidak ideal menyebabkan orang malas bergerak dan risikio terkena gula darah kering semakin besar.

Wanita perlu hati-hati dengan kondisi PCOS (Polycystic Ovary Syndrome)

Kondisi ini  terjadi hanya pada wanita. Ditandai dengan tidak teraturnya siklus menstruasi, serta tumbuhnya rambut secara signifikan di daerah lengan, kumis, serta obesitas. Ini merupakan faktor yang harus diwaspadai, segera lakukan pengobatan rutin ya.

Kondisi hipertensi, Anda perlu berhati-hati!

Penderita hipertensi juga turut menyumbang tingginya angka penderita gula darah kering sebagai bagian dari faktor yang bisa dimodifikasi. 

Tingginya Kadar Kolesterol

Kadar HDL (lemak baik) yang kurang dari 35 mg/dL, serta kadar trigliserida yang lebih dari 250 mg/dL ditengarai jadi penyumbang penyakit diabetes.Oleh karena itu, memperhatikan kadar kolesterol adalah hal yang penting.

Memang, ada beberapa faktor alami yang tidak dapat kita hindari, akan tetapi, bukankah kita dapat menghindari faktor yang bisa kita kontrol? 🙂

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *