This blog is everybody that loves healthy food

Pola Makan Diet Diabetes Melitus yang Dianjurkan

Pola Makan Diet Diabetes Melitus yang Dianjurkan

Penyakit diabetes melitus umumnya dikenal sebagai penyakit yang erat kaitannya dengan asupan  makanan. Asupan makanan seperti   karbohidrat/gula, protein,  lemak, dan energi yang berlebihan dapat menjadi faktor penyebab awal kejadian diabetes melitus. Adapun pola makan diet diabetes melitus merupakan asupan makanan yang memberikan berbagai macam jumlah, jadwal  dan  jenis  makanan  yang  didapatkan  seseorang.

Semakin berlebihan asupan makanan maka semakin besar pula kemungkinan    menyebabkan diabetes melitus. Karbohidrat akan dicerna dan  diserap   dalam   bentuk monosakarida, terutama gula.

Meningkatnya gula darah pada pasien diabetes melitus berperan sebagai penyebab dari ketidakseimbangan jumlah insulin, oleh karena itu, pola makan yang tepat menjadi salah satu  pencegahan  agar  gula  darah  tidak meningkat dan  dapat membantu  mengontrol gula darah. Pengaturan  pola  makan  yang  tidak tepat seperti yang dianjurkan 3J  (Jadwal,  Jumlah dan Jenis) dapat  mengakibatkan peningkatan  kadar  gula lho. Jadi Anda harus berhati-hati ya.

Kuncinya ada di pola makan diet diabetes melitus yang tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi sehingga kebutuhan insulin Anda pun tercukupi! Dalam mengatur pola makan untuk penderita diabetes, jangan lupa terapkan prinsip 3J seperti berikut :

Pola makan diet diabetes melitus pertama adalah jumlah yang Tepat

Jumlah yang tepat adalah menentukan kebutuhan energi dan zat gizi penderita diabetes melitus, disesuaikan untuk mencapai dan atau mempertahankan berat badan ideal. Dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi seperti jenis kelamin, umur, aktivitas fisik/ pekerjaan dan komplikasi yang diderita. 

Cara cepat menentukan kebutuhan energi adalah dengan pegangan kasar, yaitu 2300-2500 kalori untuk penderita yang kurus, 1700-2100 kalori untuk penderita yang normal dan 1300-1500 untuk penderita yang gemuk.

Pola makan diet diabetes melitus kedua adalah jenis makanan yang tepat

Hal ini mencakup karbohidrat, protein, lemak, serta buah-buahan dan sayuran. Penting! karena kebutuhan gizi harus dipenuhi dengan menu yang tepat sehingga tidak menaikkan gula darah!

Penderita diabetes melitus juga harus mengetahui jenis bahan makanan  atau minuman apa saja yang boleh dikonsumsi dengan bebas, serta membatasi jumlah konsumsinya  atau tidak boleh dikonsumsi sama sekali. Hal ini biasanya disesuaikan dengan hasil lab dan komplikasi yang menyertainya.

Rule of thumb dalam sekali makan mencakup:

½ bagian sayuran (bayam, sawi hijau, wortel, dan sebagainya)

¼ bagian karbohidrat (terutama dengan nilai Indeks Glikemik rendah, contoh: nasi merah, oat, dsb)

¼ bagian lauk (daging, ikan, tempe, tahu, putih telur, dsb)

Adapun pengaturan makan demikian dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan sehari-hari sembari membantu mengontrol kadar gula darah.

Pola makan diet diabetes melitus ketiga adalah jadwal

Yaitu waktu makan tetap mencakup makan pagi, makan siang, makan malam, dan makanan selingannya. 

Mengapa perlu makan lebih sering?

Membagi makanan menjadi beberapa porsi kecil dengan frekuensi lebih sering (5-6x per hari) lebih efektif untuk menjaga gula darah terus berada dalam batas normal.

Dengan membagi waktu makan menjadi porsi kecil tetapi sering, karbohidrat dicerna dan diserap secara lebih lambat dan stabil. Kenaikan gula darah dan kebutuhan insulin pun menjadi lebih rendah. Sensitivitas insulin jadi meningkat sehingga metabolisme tubuh dapat berjalan dengan lebih baik.

Penelitian bahkan menunjukkan bahwa membagi makanan menjadi beberapa porsi kecil dapat menurunkan kadar asam lemak, kolesterol, dan trigliserida dalam tubuh, sehingga bisa membantu mencegah komplikasi diabetes.

Berdasarkan uraian diatas ternyata cukup mudah bukan untuk mengatur pola makan diet diabetes melitus? Cukup terapkan 3J dan tetap pantau perkembangan gula darah Anda dengan tetap konsumsi minuman multigrain Mganik untuk menjaga gula darah agar tetap stabil ya!

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *