This blog is everybody that loves healthy food

Apakah Olahraga Yoga untuk Diabetes Dijamin Efektif?

Apakah Olahraga Yoga untuk Diabetes Dijamin Efektif?

Tahukah Anda bahwa yoga merupakan bentuk aktifitas fisik yang berasal dari india sejak 4000 tahun yang lalu. Berdasarkan penelitian didapati bahwa berlatih yoga secara teratur sangat berguna untuk para penderita diabetes. Bagaimana bisa ya?

Jenis olahraga ini dianjurkan pada penderita diabetes tipe 2. Latihan yoga untuk diabetes menyebabkan otot otot untuk menyerap kelebihan glukosa dalam darah. Yoga membantu pankreas dan hati untuk berfungsi secara efektif, dengan jalan mengatur kadar gula darah. 

Gerakan-gerakan yoga untuk diabetes yang dilakukan adalah gerakan-gerakan yang bertujuan untuk merangsang fungsi kerja pankreas. Fungsi gerakan-gerakan tersebut akan meningkatkan aliran darah ke pankreas, meremajakan sel-sel organ dan meningkatkan kemampuan pankreas untuk memproduksi insulin.

Berdasarkan penelitian, didapatkan bahwa pada kelompok yang diberi latihan yoga khusus diabetes berusia 50-59 tahun memiliki rata-rata kadar gula darah sebelum diberikan latihan yoga adalah 286 mg/dl dengan nilai minimal 202 mg/dl dan nilai maksimal 390 mg/dl sedangkan rata-rata kadar gula darah setelah diberikan latihan yoga adalah 217,05 mg/dl dengan nilai minimal 101 mg/dl dan nilai maksimal 345 mg/dl.

Perbedaan nilai rerata kadar gula darah sebelum dan sesudah diberikan latihan yoga adalah sebesar 68,97 mg/dl. Wow, sudah sangat jelas bukan? Yoga khusus diabetes memberikan efek yang baik terhadap penderita diabetes.

Lalu bagaimana jika Anda mau memulai yoga untuk diabetes? 

Meskipun yoga terbilang aman untuk penderita diabetes. Namun Anda harus tetap berkonsultasi kepada dokter dan tim kesehatan diabetes terlebih dahulu sebelum memulai kelas yoga. Ini bertujuan untuk mengontrol dan melihat hasil dari perkembangan yoga yang Anda jalani.

Bagaimana gerakan yoga untuk diabetes?

Sederhananya gerakan yoga meliputi beberapa gerakan khusus yakni (asana) yang berfungsi melatih kerja sistem saraf motorik, gerakan (pranayama) yang berfungsi menstimulasi kerja saraf otonom untuk mengontrol nafas dan konsentrasi.

Gerakan (dharana) dapat meningkatkan menurunkan stimulasi epinephrine dan gerakkan tangan, dan gerakan (mudra) yang berfungsi untuk meningkatkan sensibilitas saraf tepi. 

Tujuan dari yoga adalah untuk menuju kepada pikiran yang tenang. Konsentrasi kepada bagian tubuh akan lebih mudah apabila dapat dirasakan, setelah itu baru secara perlahan akan masuk ke bagian pikiran.

Jika Anda gemar melakukan senam aerobik, maka sudah saatnya anda mencoba olahraga yoga.

Terdapat penelitian yang membandingkan perbedaan pengaruh senam aerobik dan yoga terhadap penurunan kadar gula darah pasien diabetes tipe ternyata menunjukkan bahwa penurunan rerata kadar gula darah pasien yang melakukan senam aerobik adalah 32 mg/dl, sedangkan pasien yang melakukan latihan yoga mengalami penurunan berat sebesar 47,7 mg/dl. Penurunan lebih besar terjadi pada kelompok yang melakukan latihan yoga. 

Sejauh ini gerakan asana dalam yoga diyakini sangat berhubungan dengan penurunan glukosa ini karena stimulasi peregangan otot dan jaringan selama latihan yoga. Oleh sebab itu naik turunnya kadar gula darah dipengaruhi oleh keteraturan dalam melakukan gerakan yoga akan menstimulasi organ tubuh seperti pankreas.

Wah, jadi semakin ingin berlatih yoga bukan? Kalau Anda ingin berlatih yoga, perhatikan frekuensi latihannya ya, dan konsultasikan dengan instruktur yoga di daerah Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *